Jadwal Sholat Tasikmalaya & Sekitarnya:
Subuh 04:35 Syuruq 05:49 Dzuhur 11:54 Ashar 15:12 Maghrib 17:54 Isya 19:04
29 Oct 2026 / 15 Safar 1448 H
Pengumuman
Penerimaan Santri Baru (PSB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMPI MQ, SMAI MQ & Program Takhassus telah dibuka! Kuota terbatas. Pendaftaran online melalui portal resmi: spmb.ponpes-mhmq.my.id • Pelaksanaan Tasmi Akbar 30 Juz Santri Semester Genap dijadwalkan bulan Juni 2027 • Salurkan Infaq dan Wakaf Pembebasan Asrama Tahfidz melalui Rekening BSI: 7158 0099 21 a.n. Yayasan Miftahul Quran.

Merawat Cinta kepada Rasulullah ﷺ, Pesantren MHMQ Gelar Peringatan Maulid Nabi 2026

Merawat Cinta kepada Rasulullah ﷺ, Pesantren MHMQ Gelar Peringatan Maulid Nabi 2026
Kegiatan Santri 04 September 2026 Use Husaeri 0 dilihat
MHMQ, 2026 — Gema shalawat dan lantunan pujian kepada Rasulullah Muhammad ﷺ menghidupkan suasana Pesantren MHMQ dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ 1448 H. Kegiatan yang digelar pada tahun 2026 tersebut bukan sekadar agenda tahunan keagamaan, tetapi menjadi ruang refleksi untuk kembali menghadirkan keteladanan Rasulullah ﷺ dalam kehidupan para santri. Di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, momentum Maulid Nabi menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak berhenti pada penguasaan ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan harus melahirkan manusia yang memiliki akhlak, keteguhan prinsip, kepedulian sosial, serta kemampuan mengambil hikmah dari perjalanan kehidupan Rasulullah ﷺ. Peringatan Maulid Nabi di lingkungan Pesantren MHMQ diwarnai dengan suasana religius dan penuh kekhidmatan. Para santri, asatidz, serta keluarga besar pesantren bersama-sama menghidupkan majelis dengan shalawat dan ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Bagi dunia pesantren, kecintaan kepada Rasulullah ﷺ bukan hanya diwujudkan melalui lantunan shalawat. Kecintaan itu menemukan maknanya ketika diterjemahkan menjadi perilaku: kejujuran dalam berbicara, kesungguhan dalam menuntut ilmu, kedisiplinan dalam menjalankan amanah, kesantunan kepada guru dan orang tua, serta kepedulian terhadap sesama. Maulid sebagai Ruang Belajar dari Sirah Perjalanan hidup Rasulullah ﷺ menyimpan pelajaran yang relevan bagi setiap generasi. Dari masa kecilnya, perjuangan dakwah di Makkah, hijrah ke Madinah, membangun masyarakat, menjalankan diplomasi, hingga menghadapi berbagai peperangan dan tantangan, Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa kepemimpinan selalu bertumpu pada akhlak dan keteguhan prinsip. Nilai-nilai tersebut menjadi penting untuk ditanamkan kepada santri. Sebab, generasi Qur’ani tidak cukup hanya memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Mereka juga dituntut mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai karakter dan pedoman dalam kehidupan. Dalam konteks tersebut, Maulid Nabi menjadi momentum untuk menghubungkan hafalan dengan pengamalan, ilmu dengan akhlak, serta kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dengan tindakan nyata. Membangun Generasi Qur’ani yang Berkarakter Pesantren MHMQ menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Kehidupan pesantren yang mempertemukan pembelajaran, ibadah, kedisiplinan, kebersamaan, dan pembinaan akhlak menjadi ruang bagi santri untuk belajar menjalankan nilai-nilai tersebut secara langsung. Keteladanan Rasulullah ﷺ menjadi salah satu fondasi penting dalam proses itu. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa kekuatan seorang manusia tidak hanya diukur dari kecerdasan atau kedudukannya, tetapi juga dari kejujuran, amanah, kesabaran, keberanian, kasih sayang, dan kemampuannya menjaga prinsip ketika menghadapi tekanan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kehidupan santri hari ini. Mereka sedang dipersiapkan bukan hanya untuk menghadapi ujian di ruang kelas, tetapi juga menghadapi kehidupan yang jauh lebih luas—dengan berbagai tantangan moral, sosial, teknologi, dan perubahan zaman. Dari Gema Maulid Menuju Perubahan Perilaku Pada akhirnya, keberhasilan sebuah peringatan Maulid Nabi tidak hanya dapat dilihat dari semaraknya acara, banyaknya jamaah, atau merdunya lantunan shalawat. Ukuran yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah acara selesai. Apakah kecintaan kepada Rasulullah ﷺ membuat santri semakin santun kepada guru? Apakah kisah perjuangan Rasulullah ﷺ membuat mereka semakin gigih belajar? Apakah keteladanan beliau mendorong mereka menjadi pribadi yang lebih jujur, disiplin, sabar, dan bertanggung jawab? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh keluarga besar Pesantren MHMQ. Sebab, Maulid Nabi sejatinya bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah ﷺ, tetapi tentang menghadirkan kembali nilai-nilai kenabian dalam kehidupan. Dari pesantren, semangat itu diharapkan terus tumbuh. Dari santri, nilai itu diharapkan menjadi karakter. Dan dari generasi Qur’ani, diharapkan lahir manusia-manusia yang mampu membawa cahaya Al-Qur’an dan keteladanan Rasulullah ﷺ ke tengah masyarakat. Maulid boleh berakhir. Majelis boleh selesai. Namun kecintaan kepada Rasulullah ﷺ semestinya tidak pernah selesai. Ia harus hidup dalam akhlak, ilmu, amal, dan perjuangan setiap santri.

Berita Lainnya